Isi Kuliah Umum di UISU, Bupati Sergai Ungkap Rahasia Sukses Penggemukan Sapi

Medan – Pengalaman beternak mulai dari sistem tradisional hingga modern dengan program penggemukan diutarakan Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya saat menjadi narasumber dalam kuliah umum di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Kamis (14/7).

Menurut Darma, program atau sistem penggemukan sapi menjadi langkah jitu untuk meningkatkan bobot daging dalam jangka waktu singkat.

Ia mengatakan rata-rata kenaikan bobot sapi mencapat 1-2 kilogram per hari.

“Dulu, saya sama seperti peternak pada umumnya diangon dilepasliarkan. Tapi setelah saya ketemu namanya Babe, saya mencoba untuk membuktikan penggemukan yang dilakukan dengan pakan ternak teratur dan diformulakan. Ternyata hasilnya terlihat,” katanya.

Di hadapan mahasiswa, pria yang akrab disapa Wiwik itu mengaku awalnya sulit menerima jika hanya teori. Tapi setelah dibuktikan, perlahan mindsetnya terbuka dan mengajak para Kepala Dinas untuk kemudian dilakukan penjualan dengan cara subsidi kepada masyarakat.

“Subsidi kami lakukan saat Idul Fitri kemarin. Tujuannya agar harga daging terkendali. Awalnya kepala dinas juga sama tidak percaya. Setelah 4 bulan dikandangkan, baru mereka percaya. Alhamdulillah, ketersediaan daging dan harganya dapat dikendalikan program ini,” ungkapnya.

Bagi Darma beternak bukan hal yang kuno jika caranya bisa dilakukan modernisasi. Dengam sistem penggemukan bisa jadi peluang bagi masyarakat bahkan mahasiswa untuk berwirausaha.

“Kalau harus ngangon lagi, pasti sedikit adik-adik mahasiswa yang minat. Karena harus terjun ke lapangan panas-panasan. Tapi dengan sistem penggemukan yang dilakuka di kandang, mudah-mudahan dengan kontrol yang baik, mahasiswa bisa berinvestasi,” terangnya.

Paparan Darma Wijaya ini pun mendapat respon dari mahasiswa. Muhammad Dhuha, salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum mencoba menggali kiat yang dilakukan Darma saat terjun ke sistem penggemukan tersebut.

“Bagaimana bisa bapak beternak sambil melakukan tugas pemerintahan yang keduanya punya sisi yang berbeda? Apa kiatnya?” tanyanya.

Tidak panjang lebar, Wiwik, sapaan akrabnya menjelaskan kesamaan sikap yang harus dimiliki pengusaha dan pejabat pemerintahan.

“Jaga kepercayaan. Ini penting baik sebagai pengusaha maupun pejabat. Kalau pengusaha, kepercayaan terhadap rekan usaha, sedangkan bagi pejabat itu, jaga kepercayaan masyarakat. Karena kita dipilih atas dasar mereka yang percaya dengan kita untuk membawa daerah lebih baik lagi,” jelasnya.

Program penggemukan ini, tambah Darma lagi, diharapkan dapat melibatkan masyarakat. Bukan hanya ketersediaan daging yang terjaga, tapi kesejahteraan masyarakat khususnya peternak juga bisa terjamin.

Anggota DPR RI Gus Irawan yang turut hadir mengapresiasi langkah UISU mengundang sosok tidak biasa dalam memberikan kuliah umum. Baginya merubah mindset mahasiswa dengan pengalaman langsung pelaku usahanya adalah langkah terbaik.

“Saya sudah lama kenal dengan Pak Wiwik. Khusus kemari ingin melihat bagaimana beliau memberikan inspirasinkepada mahasiswa. Membuka mindset bahwa berwirausaha juga bisa menjanjikan kehidupan yang layak. Hari ini, beliau mampu menjadi sosok yang inspiratif dengan berbagi pengalamannya. Saya juga belajar dari beliau dan akan mencoba peluang wirausaha di bidang peternakan/pertanian,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Rektor UISU Yanhar Jamaluddin memberikan penghargaan
kepada Darma Wijaya sebagai Technopreneur Birokrasi dan melakukan penandatanganan kerjasama dengan UISU.

“Pak Darma Wijaya menjadi Kepala Daerah pertama yang kami berikan penghargaan ini. Kami harap apa yang disampaikan dapat memotivasi mahasiswa kami untuk berwirausaha dengan goals membuka lapangan pekerjaan,” ucapnya. (tri)

No comments yet! You be the first to comment.

Your email address will not be published.