Erick Tohir Ingin Kawasan Industri Medan mengatur pembuangan limbah dengan teknik Waste Management

Deli Serdang – Medan menjadi pusat investasi Expo pada tahun 2021. Hal itu berlangsung di selama tiga hari dari  25-27 November di Kawasan Industri Medan (KIM) Jalan Saparua IV, KIM Blok IV Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (25/11)

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri BUMN Erick Tohir serta Gubernur Sumatera Utara Yakni Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah. Selain itu dihadiri oleh Wakil Walikota Medan Aulia Rachman, Wakil Bupati Deli Serdang, Ali Yusuf Siregar dan Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Tambunan.

Dalam kata sambutannya, Erick Tohir mengatakan, infrastruktur di Kawasan Industri Medan perlu diperhatikan. Kawasan industri harus mulai green yang artinya hijau. Yang artinya ramah lingkungan dan aman.

“ Apakah mulai dari listriknya yang harus Renewable Energy. Disitulah nanti saya minta kepada kawasan industri yang berada di bawah danareksa untuk mulai bicara dengan para tenant supaya melakukan investasi solar panel bersama PLN ,” ujarnya saat menyampaikan pidato.

Ia berpendapat salah satu yang dilakukan pada kegiatan yang berlangsung pada hari ini ialah dengan pola Waste Management. Karena tidak mungkin kawasan industri tidak menyelesaikan limbah pabriknya masing-masing.

Salah satu pola Waste Managemet ialah dengan cara mengatur water treatment. Yang pada akhirnya bermuara kepada sebuah ekosistem. Dengan ekosistem yang baik bisa ramah lingkungan dan bisa bersaing dengan negara lain.

Erick juga berpendapat bahwa Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat luar biasa dan bisa digunakan. Sehingga dengan sumber daya alam tersebut memiliki kemampuan untuk bersaing dengan negara lain dan memiliki kapasitas yang memadai.

“ kalau kita lihat neraca perdagangan Indonesia dengan China dan Amerika terus membaik. Defisit perdagangan Indonesia dengan China sekarang ialah yang terendah selama 12 tahun terakhir ,” ujarnya.

Padahal sebelumnya Indonesia hampir defisit 16 Miliyar US dollar. Sekarang hanya defisit 1,9 miliyar US dollar. Sedangkan dengan Amerika masih surplus 8 US dollar.

Kata Erik hal seperti itulah yang harus tetap dijaga sebagai daya saing yakni mengurangi defisit dan meningkatkan surplus. Hal itu hanya bisa dilakukan dengan manajemen yang baik.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Kedan Persero, Ngurah Wirawan menargetkan jumlah transaksi keuangan selama 3 hari acara 25-27 November itu bisa mencapai jumlah 1 Triliun Rupiah. Ia optimis hal itu bisa tercapai karena banyak investor yang menghadiri acara expo 2021.

Di sisi lain Ngurah Wirawan juga berharap agar pemerintah dapat memperbaiki saluran air di KIM agar tidak terkena banjir. Dengan kondisi yang tidak banjir maka produktivitas di KIM bisa lebih optimal lagi.

“ Kami sering terkena banjir. Kami mohon bantuan manajemen air dari kementrian PUPR agar KIM tidak kena banjir lagi,” ujarnya saat menyampaikan pidato

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, Sangat berterimakasih atas kedatangan menteri BUMN Erik Tohir. Edi juga mengatakan siap memfasilitasi semua kebutuhan menteri BUMN dalam rangka menjadikan KIM sebagai percontohan industri di Indonesia.

Menurut Edi Rahmayadi, Kawasan Industri Medan butuh banyak masukan dari menteri untuk menjadi kawasan industri yang lebih baik lagi dan bertaraf internasional. Terlebih lagi KIM membutuhkan banyak pembangunan infrastruktur.

“ Saya siap memfasilitasi semua kebutuhan menteri BUMN dalam rangka menjadikan Sumatera Utara khususnya Kawasan Industri Medan sebagai percontohan industri yang ramah lingkungan. Saya harap KIM ini bisa lebih baik lagi ke depannya ,” katanya. (tri)

No comments yet! You be the first to comment.

Your email address will not be published.